Orang Surabaya Cenderung Brand Minded
Surabaya (KabarGres.com) - WARGA Surabaya, terutama anak muda, cenderung brand minded. Mereka pecinta mode namun memperhatikan brand barang yang dipakai. Ini menjadi peluang besar bagi produsen barang yang berkaitan dengan mode.
Menurut R.Jimmy M.Rochmat, PR & Promotion Supervisor CV Sailan Industries Inc., induk perusahaan Ouval Research, kecenderungan itu juga terdapat pada masyarakat kota besar lain seperti Jakarta dan Makasar. Tipikal karakter demikian direspon pihaknya dengan melebarkan sayap ke Surabaya sebagai kota keenam setelah Bandung, Jakarta, Padang, Jogja dan Makasar.
“Sebenarnya orang Surabaya tak kalah dengan orang Jakarta dan Bandung yang katanya menjadi barometer gaya hidup di Indonesia. Tren di sini mengikuti tren di kedua kota itu. Bedanya orang Bandung nggak terlalu brand minded. Tak perlu mahal asal keren dan suka akan dipilih. Kalau orang Jakarta dan Surabaya juga lihat brand-nya,” ujarnya pada pembukaan Ouval Research Exhibition Room # 4 pada akhir pekan lalu.
Jimmy mengatakan, pihaknya merambah Surabaya karena ini kota terbesar kedua di Indonesia yang merupakan pasar potensial dengan kaum muda yang dinamis. Ia menargetkan Surabaya mampu memberi kontribusi 25% dari total pendapatan nasional.
Pangsa yang dibidik terutama usia 15-25 tahun kalangan menengah atas sesuai harga produk yang dipatok. Ia optimistis, produk Ouval Research akan disukai karena mengikuti tren sesuai selera anak muda dan mengingat tipikal warga Surabaya tersebut.
Produk yang ditawarkan adalah fashion mulai dari topi, kemeja, T-shirt, jaket, celana, sepatu, aksesoris hingga otopet bermotor. Yang paling diminati, kata Jimmy, adalah T-shirt yang menyumbang 50% pendapatan. Untuk menghindari kejenuhan pasar, Ouval Research berupaya mengeluarkan produk-produk baru dengan membatasi maksimal 100 buah tiap desain yang disebar ke seluruh cabang.
Jimmy menjelaskan, Ouval Research berdiri pada 1997 ketika krisis ekonomi melanda Indonesia yang membuat harga-harga melambung termasuk pakaian. Kondisi demikian dianggap sebagai peluang pasar untuk memproduksi harga pakaian yang terjangkau.
Semula produksi dilakukan berdasarkan pesanan dan promosi dari mulut ke mulut. Namun setelah banyak yang menyukai, kemudian diproduksi dalam jumlah besar dan dipasarkan secara profesional. Sebenarnya produk Ouval Research sudah masuk Surabaya pada 2000 namun dititipkan di distro-distro (distributor toko). Kini bisa memasarkan sendiri produknya. (ayi)





